0
Dikirim pada 02 Juli 2009 di allah_mahapenolong

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat
menentukan jumlahnya.

Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.”
(Al-Quran Al-Karim
Surah An-Nahl [16]: ayat 18)

Wahai saudaraku, kita tidak akan
mampu menghitung nikmat Allah. Mengapa
tidak bisa? Karena terlalu BESARNYA.... Segala puji bagi Allah, belum sempat
bibir kita mengucap syukur kepada Allah ketika nikmat itu datang, maka datang
lagi nikmat Allah yang lainnya. Betapa besarnya nikmat Allah.

BEBERAPA NIKMAT ALLAH :
[1] Diberikan anggota tubuh yang lengkap. Sebagian besar orang baru
menyadari kenikmatan ini setelah dikurangi oleh Allah. Nikmat anggota badan
ini, akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah.
[2] Diberikan kesehatan. Nikmat ini tidak bisa dinilai dengan uang. Jika
kita sakit, berlembar-lembar uang kita keluarkan. Dua kenikmatan yang
kebanyakan manusia lupa : sehat dan waktu luang.
[3] Nikmat harta. Orang yang bersyukur kepada Allah akan menggunakan harta
sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
[4] Nikmat Keamanan. Orang yang tidak mencampurkan keimanan dan kedholiman
maka baginya ‘keamanan’. Dengan
nikmat keamanan ini, kita bisa beribadah ataupun menuntut ilmu dengan perasaan
tenang.
[5] Hidayah beragama Islam dan nikmat iman. SUBHAANALLAH !!, ini adalah nikmat
yang paling besar. Mengapa demikian? Karena dengan nikmat ini kita bisa
membedakan kejahatan dan kebaikan, mana yang diperbolehkan oleh agama atau
manakah
yang tidak diperbolehkkan.

Namun, kebanyakan manusia itu dholim. Sedikit sekali manusia yang
bersyukur, mereka mengkufuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Katakanlah: ”Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu
pendengaran,
penglihatan dan hati. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.
(Al-Quran Al-Karim Surah Al-Mulk [67]: ayat 23)

Oleh karena itu, perlu ditumbuhkan perasaan bersyukur kepada Allah sehingga
mengantarkan kita untuk bersyukur kepada-Nya.

CARA MENUMBUHKAN PERASAAN SYUKUR :
[1] Merenung (bukan membayangkan).
[2] Lihatlah yang memberi nikmat, bukan besar kecilnya nikmat. Jika engkau
mendapatkan nikmat dari Allah, jangan lihat besar kecilnya nikmat, tapi
lihatlah yang memberi nikmat (Rabbul ’alamin).
[3] Lihatlah yang berada di bawah kita (kaitannya dengan nikmat)
[4] Ingatlah keutamaan syukur. Orang beriman yakin, jikalau bersyukur
kepada Allah, maka akan mendapatkan keutamaan.
[5] Sadarilah bahwa yang mampu memberikan hidayah untuk bersyukur hanyalah
Allah semata.

CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH :
[1] Hatinya tunduk, dan meyakini bahwa kenikmatan itu pemberian Allah. Hati
itu untuk ma’rifah (mengenal Allah) dan mahabbah (mencintai
Allah). Tanamkan dalam hati bahwa nikmat itu dari Allah semata.
[2] Lisannya memuji Allah. Jika diberi nikmat, maka hakikatnya itu adalah
nikmat dari Allah, maka pujilah Allah. Ucapkan pula, jazakumulloh khoiron
kepada orang yang
telah memberikan bantuan dan perbanyaklah menyebut nikmat-nikmat Allah. Hasan
al-Bashriy berujar, ”Perbanyaklah menyebut nikmat-nikmat Allah. Sesungguhnya
itu adalah kesyukuran.”
[3] Anggota tubuhnya melaksanakan ketaatan kepada Allah. Dalam hal ini anggota
badan dijadikan
sebagai sarana untuk taat kepada Allah dan mencegah dari maksiat kepada-Nya.

Ketika Abu Hazim ditanya mengenai bentuk syukurnya anggota-anggota badan,
maka ia memberikan jawaban-jawaban. Syukurnya dua mata itu, jika melihat
kebaikan, sebarkanlah, dan jika melihat keburukan, tutupilah! Syukurnya dua
telinga itu, jika mendengar kebaikan peliharalah, dan jika mendengar keburukan
cegahlah! Syukurnya dua tangan, janganlah tangan itu digunakan untuk mengambil
barang yang bukan haknya, juga penuhilah hak Allah yang ada pada keduanya!
Syukurnya
perut, hendaknya makanan ada di bagian bawah, sedangkan yang atas dipenuhi
dengan ilmu. Syukurnya kemaluan, terdapat dalam firman Allah,

Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri
mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini
tiada tercela. Barang siapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah
orang-orang yang melampaui batas.
(Al-Quran Al-Karim Surah Al-Mu’minun [23]: ayat 5-7)

Syukurnya
dua kaki, jika kamu melihat seseorang yang shalih meninggal, kamu bersegera
meneladani amalannya; dan jika mayit orang yang tidak baik, kamu bersegera
untuk menjauhkan diri dari amal-amal yang dia kerjakan, kamu bersyukur kepada
Allah! Sesungguhnya
orang yang bersyukur dengan lisannya itu seperti orang yang memiliki pakaian
tetapi ia hanya memegang ujungnya, tidak memakainya. Maka ia pun tidak
terlindungi dari
panas, dingin, salju, dan hujan.

KEUTAMAAN BERSYUKUR KEPADA ALLAH
[1] Syukur adalah sarana menambah kenikmatan. Ali bin Abi Thalib ra. pernah
berkata, Sesungguhnya nikmat itu berkaitan dengan syukur dan syukur itu
berkaitan dengan mazid (penambahan nikmat), keduanya tidak bisa
dipisahkan, maka mazid dari Allah tidak akan terputus sampai terputusnya
syukur dari hamba.

Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu
memberitahukan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan
menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu kufur (mengingkari nikmat-Ku), maka
sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih".
(Al-Quran Al-Karim Surah Ibrahim [14]:
ayat 7)

Allah
menjadikan tambahan bergantung kapada kesyukuran dan tambahan dari-nya adalah
tambahan yang tiada batas, sebagaimana syukur itu sendiri juga tiada batas.
[2] Syukur adalah sebab keridhoan Allah disebabkan pemanfaatan nikmat itu
sebagai sarana ibadah.
[3] Syukur menghalangi turunnya adzab. Sebagaimana diterangkan dalam
Al-Qur’an,

Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu
bersyukur dan beriman ?
Dan Allah adalah Maha Mensyukuri*) lagi Maha Mengetahui.
(Al-Qur’an Al-Karim Surah An-Nisaa’ [4]:
ayat 147)

Tatkala iblis – musuh Allah Subhanahu
wa Ta’ala – mengerti nilai syukur, bahwa ia merupakan maqam tertinggi dan
termulia, maka iblis pun mencanangkan tujuan akhirnya yaitu
mengusahakan terputusnya manusia dari bersyukur. Diterangkan bahwa iblis
berkata :

”Lalu aku akan mendatangi mereka dari
depan, dari belakang, dari samping kanan dan dari samping kiri. Sehingga Engkau
tidak akan mendapati kebanyakan
mereka pada bersyukur (taat).”
(Al-Qur’an Al-Karim Surah Al-A’raaf [7]:
ayat 17)

Dalam Surah Saba’ disebutkan bahwa orang-orang yang bersyukur itu sedikit.
“Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang pandai
bersyukur.”
(Al-Quran Al-Karim Surah Saba’ [34]: ayat 13)

Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengajarkan doa agar
diberikan taufik untuk bersyukur kepada Allah Subhanahu
wa Ta’ala, sebagaimana dalam hadits shahih diriwayatkan Imam Ahmad, Al-Hakim,
An-Nasa’iy, dan Imam An-Nawawy, Rasulullah memberikan nasihat kepada Mu’adz :

Demi Allah, aku benar-benar mencintaimu. Maka di setiap penghujung shalat
janganlah kamu lupa membaca “Allaahumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika
wa husni ‘ibaadatika” (Ya Allah, tolonglah aku agar selalu ingat kepada-Mu,
bersyukur kepada-Mu, dan baik ibadahku kepada-Mu).

Wallahu a’lam wa ’afwu minkum



Dikirim pada 02 Juli 2009 di allah_mahapenolong
comments powered by Disqus
Profile

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Assalamu’alaikum Wr Wb Saya beribadah, berdo’a & berikhtiar serta bertawakal hanya kepada Allah & karena Allah.. hanya kepada Allah saya menyembah.. hanya kepada Allah saya meminta pertolonga.. saya lagi di uji keimanan & saya membutuh bantuan buat yg mereka dermawan yg hakikatnya meminta kepada Allah, yang saya tidak meminta tapi meminjam tanpa bunga. dengan jaminan sertifikat tanah ataupun jiwa dan raga saya taruhkan jika Allah mengizinkan. sumpah demi Allah saya tidak berniat menipu..sumpah demi Allah saya cuma membantu membereskan masalah saya keluarga. Insya Allah saya berkorban jiwa & raga di jalannya Allah. saya siap disuruh apa saja untuk melunasinya asal tidak keluar dari aturan islam.. insya Allah saya siap melunasinya walaupun puluhan tahun.. jika saya harus bekerja & berbakti sampe lunas insya Allah saya siap.. misalkan jadi karyawan, pengurus mesjid atau pembersih/pembantu mesjid, karyawan ponpes, pengurus atau pembersih/pembantu mesjid ponpes.. saya kerja & usaha diluar boleh juga.. jadi apapun itu asal halal insya Allah saya siap. alhamdulillah setahun lebih saya berusaha mebereskannya. Dengan berusaha menjalankan ibadah-ibadah seperti shalat, berdo’a, bersedekah,menyantunin anak yatim.dll. serta berwiraswasta.tapi belum ada jalan keluar.. mungkin solusinya Ada di pihak yang dermawan yang di amanati Allah. mungkin dari badan amal zakat, perusahaan ponpes, perorangan atau yang lainnya.. saya seorang pemuda lajang usia 26 bertanggung jawab atas kelangsungan hidup keluaga.. keluarga saya belasan orang rata2 masih sekolah & belum kerja.. bapak saya sudah lama sekali tidak kerja karena punya penyakit jantung,darah tinggi,diabetes dll. (Penyakit tua). Saya punya utang Total 200jt-an ke bank yg bikin tertekan itu karena berbunga. total 150juta-an saya hanya berharap kepada Allah. Karna janjinya saya bisa menjalani semua ini. Dengan berharap kemudahan,hidayah & rahmarnnya.. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Q.s Alam Nasyrah 5-6 saya kutip beberapa firman Allah & hadis Rasulullah. sebagai referensinya.. Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. “Q.s At Taubah 60 Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. “Q.s Al Baqarah 280 Dari Hudzaifah, dari Nabi -shollallohu alaihi wasallam- : “Ada seseorang mati dan masuk surga. Maka ia ditanya: Apa yang pernah kau lakukan?. Beliau mengatakan: Entah dia ingat sendiri atau diingatkan, lalu mengatakan: “Aku dulunya bertransaksi dengan banyak orang, maka aku (biasanya) menangguhkan pelunasan hutang kepada mereka yang kesulitan, aku juga memberikan kelonggaran dalam hal alat pembayaran”. Karena itulah ia diampuni (dosanya)”. Abu Mas’ud mengatakan: “Aku juga pernah mendengarnya dari Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- . Dari Abdulloh bin Abu Qotadah: bahwa (ayahnya) Abu Qotadah pernah mencari orang yang berhutang kepadanya, yang bersembunyi darinya, dan akhirnya ia menemukannya. Ia mengatakan: “Sungguh aku dalam kesulitan!” Abu Qotadah mengatakan: “Sungguh demi Alloh?” ia menjawab: “Sungguh demi Alloh” Abu Qotadah mengatakan lagi: “Karena Aku pernah mendengar Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: Barangsiapa yang ingin selamat dari bencana pada hari kiamat nanti, maka hendaklah ia meringankan beban hutang orang yang kesulitan atau membebaskannya sama sekali!”. Hadis riwayat Hudzaifah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Para malaikat menerima ruh seorang lelaki dari umat sebelum kamu. Mereka bertanya: Apakah kamu pernah melakukan suatu kebaikan? Ia menjawab: Tidak. Mereka bertanya lagi: Cobalah kamu mengingat! Lelaki itu menjawab: Saya dahulu pernah mengutangkan orang-orang, lalu aku menyuruh pembantu-pembantuku untuk menangguhkan tagihan utang kepada orang yang sedang dalam kesulitan (miskin) serta memaafkan orang yang kaya. Rasulullah saw. bersabda: Lalu Allah swt. berfirman: Maafkanlah orang itu!. (Shahih Muslim No.2917) Hadis riwayat Abu Mas`ud ra., ia berkata:Rasulullah saw. pernah bersabda: Seorang lelaki dari umat sebelum kamu menghadapi penghitungan amal perbuatan, lalu tidak didapati satu amal kebajikan pun miliknya, kecuali bahwa ia pernah mengutangkan manusia ketika masa kaya lalu memerintahkan pembantu-pembantunya untuk memaafkan (membebaskan utang) orang yang kesulitan. Rasulullah saw. bersabda: Allah Azza wa Jalla berfirman: Kami lebih berhak berbuat begitu dari ia, maka ampunilah dia!. (Shahih Muslim No.2921) Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Dahulu terdapat seorang lelaki yang biasa mengutangkan manusia. Ia berkata kepada pembantunya: Apabila kamu menagih orang yang dalam kesulitan, maka maafkanlah ia, semoga dengan demikian Allah akan mengampuni dosa kita. Kemudian ia menemui Allah, maka Allah mengampuninya. (Shahih Muslim No.2922) Rasulullah SAW mengingatkan, “Siapa yang mengambil harta orang lain (berutang) dan berkeinginan akan mengembalikannya, Allah akan membantu mengembalikannya. Namun, siapa yang mengambilnya dengan tujuan menghilangkannya (tidak dikembalikan), Allah akan menghilangkannya (tidak akan membantu mengembalikannya).” (HR Bukhari dari Abu Hurairah) Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang membantu melepaskan seorang Mukmin dari kesulitan dunia, Allah akan membantunya lepas dari kesulitan pada hari Kiamat. Dan, siapa yang memberikan kemudahan kepada orang lain yang tengah kesusahan, Allah akan memberikan kemudahan padanya di dunia dan di akhirat.” (HR Muslim dari Abu Hurairah) Hadis Abu Hurairah r.a : “Sesungguhnya pernah ada jenazah seorang lelaki yang mempunyai hutang dihadapkan kepada Rasulullah s.a.w, maka baginda bertanya: Apakah dia ada meninggalkan sesuatu untuk membayar hutangnya? Sekiranya baginda diberitahu bahawa orang tersebut ada meninggalkan sesuatu untuk membayar hutangnya, maka baginda akan mendirikan sembahyang ke atas jenazahnya sekiranya dia tidak meninggalkan sesuatu baginda bersabda: Sembahyangkanlah ke atas temanmu itu. Setelah Allah memberikan kemudahan kepada baginda dalam menaklukkan negeri, baginda bersabda: Aku lebih berhak terhadap orang-orang mukmin dari pada diri mereka sendiri. Oleh itu sesiapa yang mati meninggalkan hutang maka akulah yang akan membayarnya dan sesiapa yang mati meninggalkan harta, maka harta itu untuk ahli warisnya”. saya minta bantuan do’anya bagi siapa saja yang membaca tulisan ini. . sebenarnya saya tidak ingin menuliskan semua ini. Tapi melihat beban orang tua saya terpaksa menuliskan semua ini.. MAAF.. SAYA BERNIAT MEMINJAM BUKAN MEMINTA. (Dengan tempo 20tahun/ tergantung kondisi & kebijakan). JIKALAU MEMANG ADA YANG MAU MEMBERI SAYA TERIMA (jika memang itu kehendak Allah) semoga Allah memberi pertolongan kepada kita semua… jika Allah mengizinkan dermawan untuk membantu keluargaku.. tidak ada yg bisa menahannya. bahkan dermawan mendapatkan pahala,rezeqi,ampunan serta kemudahan- kemudahan lainnya.. amin.. jika Allah berkehendak memilih dermawan e-mail saja ke : allah_mahapenolong@yahoo.com nanti saya kasih tahu secara rinci soal kami & identitas kami… Katakanlah (wahai Muhammad): Wahai Tuhan yang mempunyai kuasa pemerintahan! Engkaulah yang memberi kuasa pemerintahan kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang mencabut kuasa pemerintahan dari sesiapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah juga yang memuliakan sesiapa yang Engkau kehendaki dan Engkaulah yang menghina sesiapa yang Engkau kehendaki. Dalam kekuasaan Engkaulah sahaja adanya segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. Engkaulah (wahai Tuhan) yang memasukkan waktu malam ke dalam waktu siang dan Engkaulah yang memasukkan waktu siang ke dalam waktu malam. Engkaulah juga yang mengeluarkan sesuatu yang hidup dari benda yang mati dan Engkaulah yang mengeluarkan benda yang mati dari sesuatu yang hidup. Engkau jualah yang memberi rezeki kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dengan tiada hitungan hisabnya. Q.s Al’Imran ayat 26, 27 Hadis Aisyah r.a isteri Nabi s.a.w :“Nabi s.a.w sering berdoa ketika sembahyangnya dengan berkata : Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu daripada seksa kubur dan aku memohon perlindungan kepada-Mu daripada fitnah Dajal. Aku juga memohon perlindungan kepada-Mu daripada fitnah semasa hidup dan selepas mati. Ya Allah! Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari segala dosa dan hutang. Aisyah berkata lagi: Seseorang telah berkata kepada Rasulullah s.a.w: Alangkah banyaknya kamu memohon perlindungan dari beban hutang wahai Rasulullah! Lalu Rasulullah bersabda: Sesungguhnya seseorang yang sudah terkena beban hutang, apabila dia berkata-kata dia akan berdusta dan apabila berjanji dia akan mengingkari” Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353) “ Ya Allah, Cukuplah dengan yang dihalalkan oleh Engkau, jauhkanlah dari yang diharamkan oleh Engkau, layaklah aku, anugerahkanlah Engkau, jauhkanlah daripada mengharap-harap selain dari Engkau ” “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah ayat 186) mohon bantuan do’anya… An-Naashir… Al-Musta’aan.. ya Allah… ALHAMDULILLAH.. wassalamu’alaikum…. allah_mahapenolong@yahoo.com http://www.allah-mahapenolong.cybermq.com More About me

Page
Archive
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 93.231 kali


connect with ABATASA